AHLAN WA SAHLAN Selamat Datang di blog SantriChannel, yang menyajikan Tulisan-tulisan yang berkaitan dengan ke-santri-an, bernuansa Islami berisikan Hikmah Al-qur'an dan Mutiara Hadits, semoga Blog yang sederhana ini dapat memberikan peningkatan ketaqwaan, kesejukan hati dan ketentraman jiwa, serta menjaga silaturrahmi kita yang tidak pernah terputus. Agar kita benar-benar dapat melakoni apa yang ditetapkan dan disarankan oleh Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Kelangsungan Dakwah kami ini beriringan dengan channel #santri di server mIRC DALnet.

Kamis, 15 November 2007

Yang diwajibkan pada waktu shalat

Yang dimaksud dengan hal-hal yang wajib dilaksanakan itu ialah yang apabila ditinggalkan dengan sengaja menyebabkan salat seseorang batal, akan tetapi kalau dikarenakan lupa maka tidak mengapa, namun diganti dengan sujud sahwi. Berikut ini penjelasannya.
  1. Membaca takbir (Alloohuakbar), perpindahan pada tiap perpindahan dari satu gerakan kepada gerakan lain, seperti ketika bangkit untuk berdiri atau sebaliknya (terkecuali ketika bangkit dari rukuk). Hal ini berdasarkan perkataan Ibnu Mas'ud ra:

    "Aku melihat Nabi shallallaahu alaihi wasallam selalu membaca takbir ketika merendahkan dan mengangkat (kepala) ketika berdiri dan duduk." (HR Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasai dan lainnya, hadis sahih)

    Membaca "Subhaanarobiyal 'adhiim" (Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung) sekali ketika ruku'. Hal ini berdasarkan perkataan Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallahu anhu dalam haditsnya:

    "Nabi saw membaca di dalam ruku'nya dan di dalam sujudnya membaca "Subhaanarobiyal 'adhiim" (Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi)."

  2. Membaca "Subhaanarobiyal a'laa" (Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi) sekali di dalam sujud. Hal ini berdasarkan hadis Hudzaifah di atas.

  3. Membaca "Sami'alloohuliman hamidah" (Allah Maha Men-dengar hamba yang memujiNya) bagi imam dan orang yang shalat sendirian. Hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah ra: "Sesungguhnya Nabi saw membaca ketika bangkit dari rukuk, kemudian masih dalam keadaan berdiri beliau membaca. (Mutafaq alaih)

  4. Membaca "Robbanaa walakalhamd" (wahai Rabb kami bagi-Mu segala pujian) bagi imam dan makmum dan orang yang salat sendirian. Hal ini berdasarkan hadis yang disebutkan di atas. Juga berdasarkan sabda Rasulullah saw:
    "Apabila imam membaca "Sami'alloohuliman hamidah," maka bacalah "Allohumma robbanaa walakal hamd." (Mutafaq alaih).

  5. Membaca doa berikut di antara dua sujud:
    "Alloohummagh firlii warhamnii wa 'aafinii wahdinii warzuqnii" (Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berikanlah kepadaku petunjuk dan rezki).
    Atau membaca, "Robbigh firlii Robbigh firlii" (Wahai Rabbku ampunilah aku). Karena Rasulullah saw membaca itu.

  6. Tasyahud Awal
    Duduk untuk melakukan tasyahud awal. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah kepada Rifa'ah bin Rafi':
    "Apabila kamu melaksanakan salat, maka bacalah takbir, lalu bacalah apa yang mudah menurut kamu dari ayat Alquran. Kemudian apabila kamu duduk di pertengahan salatmu maka hendaklah disertai tuma'ninah, dan duduklah secara iftirasy (bertumpu pada paha kiri), kemudian bacalah tasyahud." (HR Abu Daud dan al Baihaqy dari jalannya, hadis hasan)

Sumber: Tuntunan Shalat menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah, Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin

Copyright © 2007. santridalnet@crew. All rights reserved. Hak Cipta DiLindungi Allah Azza Wa Jalla Yang Maha Kuasa