AHLAN WA SAHLAN Selamat Datang di blog SantriChannel, yang menyajikan Tulisan-tulisan yang berkaitan dengan ke-santri-an, bernuansa Islami berisikan Hikmah Al-qur'an dan Mutiara Hadits, semoga Blog yang sederhana ini dapat memberikan peningkatan ketaqwaan, kesejukan hati dan ketentraman jiwa, serta menjaga silaturrahmi kita yang tidak pernah terputus. Agar kita benar-benar dapat melakoni apa yang ditetapkan dan disarankan oleh Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Kelangsungan Dakwah kami ini beriringan dengan channel #santri di server mIRC DALnet.

Rabu, 24 Oktober 2007

Gallery

Belum ada isi dari Gallery

Download

Belum ada File Yang bisa anda download

Rules

Peraturan Channel #Santri

Crew Santri List

About

About
Channel santri adalah channel yang berbasiskan islam. Channel santri terbuka untuk siapa saja tidak tergantung suku, ras, bangsa bahkan agama sekalipun. Sebab pada hakekatnya islam itu adalah agama rahmatan lil alamin artinya Islam diyakini tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan pemeluknya sendiri. Islam merupakan rahmat bagi seru sekalian alam, Tidak hanya Kepada manusia saja, tetapi juga kepada hewan, tumbuhan, dan juga kepada seluruh partikel, sel dan unsur2 yang terdapat dialam yg kita diami ini.

Indonesia yang notabene adalah negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar didunia tetapi sebagian besar keislamannya hanya di sebatas itu saja tidak disertai dengan rasa Taqwa dan Iman yang kuat. Apalagi generasi mudanya yang kini sudah tidak takut lagi dengan yang namanya dosa. Aturan-aturan didalam islam sudah mereka kangkangi. Kenapa bisa begitu? Factor terbesar dan utamanya adalah kebanyakan dari mereka semenjak kecilnya kurang di polesi dengan pendidikan dan pemahaman islam. Akhirnya saudara-saudara kita itu kurang memaknai taqwa dengan sesungguhnya dan mereka sama sekali tidak mempunyai rasa takut dan malu Kepada ALLAH dalam melakukan dosa-dosa. Baik dosa kecil maupun besar. Ada yang mengetahui nya tetapi tetap saja di acuhkan ini disebabkan karena lingkungan pergaulan mereka seperti teman-teman, kampus dsb yg juga lazim dan menganggap biasa (tradisi) dalam melakukan hal2 itu. Channel santri didirikan dengan tujuan untuk merekrut mereka-mereka yang sedang ‘kecanduan’ melakukan dosa-dosa untuk kembali kepada jalan yang dikehendaki ALLAH ..
Insya ALLAH.. Do'a dari akhi dan ukhti semua serta dukungannya agar dijalannya dimudahkan oleh ALLAH selalu kami harapkan

Misi Santri Dalnet

  1. Memfamiliarkan islam kepada saudara-saudara kita yang masih awam kepada islam
  2. Memberikan pencerahan kepada saudara-saudara kita kepada pengetahuan islamnya yang masih simpang-siur
  3. Sebagai ajang silaturrahmi dari muslim dari mana saja

Artikel

Written By Founder

Catatan Untuk Semua Yang akan Join ke #santri

  1. Mengucapkan salam ketika masuk channel minimal assalamualaikum (sesuai dengan sunnah rasul)
  2. Mempunyai hati yang bersih ketika masuk channel (ini penting lho).
  3. Memandang bahwa semua yang sedang berada di dalam channel dan diri kita sendiri adalah bersaudara.
  4. Berbicara yang bermanfaat yg dalam hal ini merupakan pengasahan/mempertajam wawasan kita sendiri dan saudara2 kita yang lain di #santri.

PERATURAN UNTUK PARA USER

  1. Punya hati dan jiwa yang bersih.
  2. Memandang dan menganggap semua yang sedang berada di channl #santri adalah saudara sendiri.
  3. Dilarang memakai nick yang berbau maksiat.
  4. Dilarang memakai nick yang mempunyai maksud menimbulkan kontroversi/kerusuhan di channel.
  5. Dilarang memakai nick yang mempunyai maksud menyudutkan satu golongan/orang tertentu.
  6. Dilarang bergosip ria dan mengumpat didalam channel.
  7. Dilarang memakai nick jorok (rasa2nya nick jorok tuh nggak ada gunanya deh).
  8. Dilarang berbicara yang memancing2 syahwat (dosa lagi selain itu nggak ada yg suka dengan loe kalo ngomong jorok).
  9. Dilarang menjadi provokator di channel dengan tujuan supaya ada pihak yg bertengkar dichannel.
  10. Dilarang ngomong yg lain jikalau ada sebuah diskusi yang sedang berjalan.
  11. Dilarang adversiting di channel kecuali yang bermanfaat untuk kepentingan channel dan sohib-sohibah dichannel.
  12. Dilarang nge flood.
  13. Dilarang mass msg.
  14. Dilarang notice ke channel dalam bentuk apapun.
  15. Dilarang mempersoalkan/mempermasalahkan tentang channel lain dichannel #santri terkecuali jikalau channel tersebut merupakan channel milik salah seorang crew santri, dalam hal ini di perbolehkan.
  16. Dilarang invite ke channel laen dalam bentuk apapun.
  17. Tidak boleh capslock didalam channel karena menghidupkan capslock dalam etika chatting mempunyai arti anda sedang berteriak-teriak.
  18. Tidak boleh repeat lebih dari 3 lines karena bisa merugikan anda sendiri dan user lain. Hal ini sesuai dengan peraturan dal.net.

Pelanggaran user atas peraturan di atas diberikan hak kepada para operator untuk memberi peringatan kepada user tsb, jikalau peringatan operator tidak diindahkan maka para operator mempunyai hak untuk mengkicked, dan jikalau user tsb join lagi dan mengulanginya lagi ip user tsb boleh di banned.

PERATURAN UNTUK PARA AOP

  1. Semua peraturan user (1-15) berlaku juga untuk para aop.
  2. Harus berada di channel ketika online.
  3. Jikalau aop ketahuan Online tetapi tidak join ke channel, SOP dan Founder berhak memberikan peringatan. Jikalau Peringatan itu tidak diindahkan, status aop nya boleh di delete.
  4. Memberikan Voice (+) kepada user yang aktiv berbicara di channel.
  5. Tidak boleh meng-kick/ban user tanpa alasan, terkecuali user melanggar peraturan.Meng-kick/ban user apabila user melanggar peraturan.
  6. Harus dapat memperlihatkan bukti apabila user melanggar peraturan (contoh: logfile)
  7. Dilarang melakukan mass-kick.
  8. Diharapkan untuk aktif atau tidak idle (jikalaupun harus idle karena sesuatu hal yg penting harus meninggalkan pesan away).
  9. Membantu mengembangkan channel.
  10. Jikalau di dalam channel terjadi keributan/kekacauan diharapkan kepada para op untuk tidak ikut terbawa suasana apalagi memihak kepada salah satu pihak (terkecuali jikalau salah satu pihak dalam yg membuat keributan itu menghina/memojokkan islam, mempunyai niat menghancurkan silaturrahmi saudara kita yang sedang berjalan baik).
  11. Menguasai pengetahuan kalau terjadi masskick, flood, dll.
  12. Access aop tidak boleh share sama siapapun.
  13. Apabila normal user meminta aop, lihat kelayakan user tersebut sebelum diserahkan/diarahkan ke sop channel, hal ini akan membantu meringankan kerja sop.


PERATURAN UNTUK PARA SOP

  1. Semua peraturan user dan AOP berlaku juga untuk para SOP.
  2. Semua pengangkatan AOP baru harus dibicarakan terlebih dahulu dengan SOP lainnya (Minim mendapat persetujuan empat SOP) melalui memo.
  3. Setiap penghapusan AOP harus dilaporkan kepada SOP lainnya melalui memo dengan menyertakan alasanHarus dapat memperlihatkan bukti apabila AOP melanggar peraturan (contoh: logfile).
  4. Men-del AOP yang melanggar peraturan.
  5. Berusaha untuk mengamati dan mencalonkan AOP yang berpotensial.
  6. Lebih dewasa dalam bertindak dan lebih menguasai Permasalahan IRC.
  7. Ngomong yang tegas dan tetap ramah kalau harus menolak permintaan AOp.
  8. Mendelete AOp, harus mengikuti prosedur peraturan aop Channel. AOp yang Komplain, dan tidak bersalah, akan di add lagi oleh SOp lain, dan Sop yang sewenang-wenang akan di turunkan ke AOp.

PERATURAN UMUM OPERATOR

  1. Kalau ada masalah dengan operator laen, tidak boleh di bawa ke channel.
  2. Script yang digunakan, harus di set tidak ngekick operators laen.
  3. Script boleh di set untuk kick/deop operator yang mass kick/mass deop operator di channel.
  4. Apabila masih ada kesulitan, tanyakan langsung ke Sop/Sesepuh channel untuk pemecahannya.
  5. Apabila anda sedang [away / offline] dengan menggunakan psyBNC, remote harus OFF.

PERATURAN UNTUK FOUNDER

  1. Founder selalu benar
  2. Apabila founder salah, lihat peraturan nomor satu. =))

PERATURAN UNTUK MENDAPATKAN AOp:

  1. Harus aktif di channel sebelum minta Op.
  2. Minta AOp harus minta ke salah satu SOp.
  3. Harus join dulu minimal 2 bulan di channel #santri.
  4. Harus Di kenal kebanyakan chatter #santri.
  5. Tidak boleh KKN, barter, dll semacamnya.
  6. Harus tahu segala yang berkaitan dengan chanserv, nickserv dan memoserv.

ACCES AOP BISA SAJA DI DAPATKAN JIKALAU MEMILIKI SALAH SATU KRITERIA DI BAWAH INI :

  1. Punya Jiwa Silaturrahmi Yang Tinggi.
  2. Punya Jiwa Untuk Mengembangkan Islam.
  3. Sejalan dengan Visi dan Misi Channel #Santri.
  4. Memiliki kemampuan dan keluasan dalam pengetahuan agama Islam.
  5. Dipilih Crew #santri untuk menjadi aop

Selasa, 23 Oktober 2007

Jangan Malu Belajar Agama

"Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui?" (Az-Zumar: 9).
Dari Ummu Salamah, dia berkata, Ummu Sulaim pernah datang kepada Rasulullah saw. seraya berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak merasa malu dari kebenaran. Lalu, apakah seorang wanita harus mandi jika dia bermimpi? Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Jika dia melihat air (mani)." Lalu, Ummu Salamah menutup wajahnya dan berkata, "Wahai Rasulullah, apakah wanita itu juga bisa bermimpi?" Beliau menjawab,"Ya, bisa. Maka, sesuatu yang menyerupai dirinya adalah anaknya." (Hadis sahih, ditakhrij Ahmad 6/306, al-Bukhari 1/44, Muslim 3/223, at-Tirmizi, hadis nomor 122, an-Nasa'i 1/114, Ibnu Majah hadits nomor 600, ad-Darimi 1/195, al-Baihaqi 1/168-169).

Ummu Salamah datang kepada Rasulullah saw untuk belajar. Ia memulai dengan ucapan, "Sesungguhnya Allah tidak merasa malu dari kebenaran." Maksudnya, tidak ada halangan untuk menjelaskan yang benar, sehingga Allah membuat perumpamaan dengan seekor nyamuk dan yang serupa lainnya, seperti dalam firman-Nya, "Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu." (Al-Baqarah: 26).

Ummu Sulaim demikian pula, ia tidak malu untuk bertanya kepada yang lebih tahu perihal apa-apa yang mestinya ia ketahui dan pelajari, meskipun mungkin hal itu dianggap aneh. Sungguh benar perkataan Ummul Mukminin, Aisyah r.a., "Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Tidak ada rasa malu yang menghalangi mereka untuk memahami agama." (Diriwayatkan al-Bukhari 1/44).

Ummu Sulaim bertanya, "Apakah seorang wanita itu harus mandi jika dia mimpi bersetubuh?" Nabi saw. menjawab, "Jika dia melihat air." Maksudnya, ia harus mandi jika benar bermimpi dan ada bukti bekas air mani di pakaian. Namun, jika tidak, tidak perlu mandi. Setelah diberi jawaban yang singkat dan padat ini, Ummu Salamah langsung menutupi wajahnya seraya bertanya, "Apakah wanita itu juga bermimpi?"

Keheranan Ummu Salamah itu bukanlah sesuatu yang aneh. Hal yang sama Pernah terjadi pada diri Aisyah yang lebih berilmu, seperti disebutkan dalam suatu riwayat dia berkata, "Kecelakaan bagimu. Apakah wanita akan mengalami seperti itu?" Dia berkata seperti itu dengan maksud untuk mengingkari bahwa wanita juga bisa bermimpi.

Keheranan Ummu Salamah dan Aisyah r.a. lebih disebabkan ketidaktahuan. Karena, tidak seluruh wanita bisa bermimpi, melainkan sebagian mereka. Namun, keheranan ini bisa dituntaskan oleh jawaban Nabi saw., "Na'am, taribat yaminuki," ("Benar, seorang wanita bisa bermimpi)." Kemudian ada bukti nubuwwah di akhir ucapan beliau: "Sesuatu yang bisa menyerupai dirinya adalah anaknya."

Ilmu pengetahuan modern telah membuktikan perkataan itu. Laki-laki dan wanita saling bersekutu dalam pembentukan janin. Benih datang dari pasangan laki-laki menuju indung telur dalam tubuh wanita. Lalu, keduanya bercampur, dalam pengertian separo sifat-sifat yang diwariskan kira-kira bersumber dari laki-laki dan separo lainnya kira-kira berasal dari perempuan. Kemudian bisa juga terjadi pertukaran dan kesesuaian, sehingga ada sifat-sifat yang lebih menonjol antara keduanya. Dari sinilah terjadi penyerupaan.

Pelajaran berharga yang bisa dipetik, selagi kita dikungkung rasa malu dan tidak mau mengetahui hukum-hukum din, maka ini merupakan kesalahan yang amat besar, bahkan bisa berbahaya. Ada baiknya kita membiasakan diri untuk tidak merasa malu dalam mempelajari hukum-hukum Islam, baik hukum yang kecil maupun hukum yang besar. Sebab, jika seseorang, terutama wanita, lebih banyak dikungkung rasa malu, dia terhalang untuk mengetahui sesuatu.

Mujahid Rahimahullah berkata, "Orang yang malu dan sombong tidak akan mau mempelajari ilmu." Sebuah nasihat berharga yang secara eksplisit menganjurkan orang-orang yang mencari ilmu agar tidak merasa lemah dan takkabur, sebab kedua hal tersebut dapat menghalangi semangat mencari ilmu.

Di antara kebaikan keislaman seseorang adalah jika dia mengetahui dinnya. Karena itu, Islam mewajibkan, baik kepada laki-laki maupun wanita untuk mencari ilmu. Bukankah Allah juga berfirman, "Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui?" (Az-Zumar: 9). Bahkan, terdapat ayat yang secara khusus ditujukan kepada ummahatul mukminin, berupa anjuran mempelajari kandungan Alquran sunah, "Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah." (Al-Ahzab: 34).

Karena perintah Allah inilah, para Sohabiyah merasakan keutamaan ilmu. Mereka pun pergi menemui Nabi saw. dan menuntut suatu majlis belajar din bagi mereka. Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri r.a., dia berkata, "Para wanita berkata kepada Nabi saw., 'Kaum laki-laki telah mengalahkan kami atas diri baginda, maka buatlah bagi kami dari waktu baginda.' Maka beliau menjanjikan suatu hari kepada mereka. Pada saat itu beliau menemui mereka dan memberi wasiat serta perintah kepada mereka. Di antara yang beliau katakan kepada mereka adalah, 'Tidaklah ada di antara kamu sekalian seorang wanita yang ditinggal mati oleh tiga anaknya, melainkan anak-anaknya itu menjadi penghalang baginya dari neraka?' Seorang wanita bertanya, 'Bagaimana dengan dua anak?' Maka beliau menjawab, 'Begitu pula dua anak'." (Abu Zahrah, diadaptasi dari tulisan Majdi as-Sayyid Ibrahim).

Arti Islam

"Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Allah adalah Islam."(Q. S. Ali Imran: 19)

Ada beberapa tertib (urutan) dalam agama Islam, yaitu: Islam, Iman dan Ihsan. Islam artinya menyerahkan diri kepada Allah, meng-Esa-kan-Nya dan meyakini-Nya dengan mentaati serta jauh dari perbuatan syirik. Iman adalah perkataan dan perbuatan, perkataan hati dan lisan, perbuatan kata, lisan dan anggota badan. Iman akan bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Ihsan adalah kamu menyembah Allah Subhanahu wa Ta'ala seolah-olah kamu melihatNya. Bila kamu tidak dapat melihatNya, maka sesungguhnya Dia dapat melihatmu.

"Dan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang teguh kepada buhul tali yang kokoh (al-'urwatul wutsqa)."(Q. S. Luqman: 22)

Inti Agama Islam

"Aku tidak ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku." (Q. S. Adz-Dzariyat: 56)

Kewajiban Seorang Hamba

Kewajiban seorang hamba yang pertama kali harus dilakukan adalah:

Mengetahui bentuk hakikat perintah yang Allah tetapkan atasnya. Allah mengambil janji terhadap mereka dengan mengutus para Rasul, menurunkan kitab, dan karenanya pula Allah menciptakan dunia dan akhirat, surga dan neraka. Dengan perintah-Nya akan terjadi hari kiamat, sesuai dengan waktu yang telah ditentukan-Nya. Lalu ada proses perhitungan di alam akhirat dimana perbuatan manusia di dunia harus dipertanggungjawabkan di akhirat. Dan sampai pada ketentuan apakah seseorang itu celaka atau bahagia dengan keadaan dirinya masing-masing. Orang-orang yang celaka tempatnya yang telah disediakan adalah Neraka. Dan orang-orang yang beruntung tempatnya adalah di surga, masing-masing dengan derajat yang berbeda sesuai dengan dekat dan jauhnya terhadap Allah SWT.

Arti Al-Abdu (hamba) adalah orang yang diperbudak, lemah dan hina yang artinya mencakup seluruh makhluk baik di bumi maupun di langit, berakal atau tidak, yang tampak atau tidak, yang beriman atau kafir. Allah adalah yang memelihara semua makhluk, maka ia menjadi hina kalau Allah menghinakannya, dan akan terpelihara kalau Allah memeliharanya. Setiap sesuatu berjalan sesuai dengan fitrahnya. Tidak ada yang dapat melampaui-Nya hanya sebesar biji sawi.

Allah memerintahkan kepada hambanya adalah sebagai mana dalam firman-Nya, yang artinya:

"Aku tidak ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku." (Q. S. Adz-Dzariyat: 56)

Ibadah adalah segala sesuatu amal yang dicintai Allah dan diridhoi-Nya, baik yang terbetik di dalam hati, perkataan yang diucapkan maupun perbuatan. Sesuatu amalan bisa dianggap ibadah apabila memenuhi syarat, yaitu benar-benar atas dasar cinta dan rendah hati kepada Allah SWT. Dan beribadah ada tiga syarat, yaitu: kemauan yang kuat, niat yang ikhlas dan sesuai dengan syari'at Islam yang diperintahkan Allah. Dua syarat terakhir itulah syarat diterimanya ibadah.

"Dan orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah." (Q. S. Al-Baqarah: 165)

Tanda-tanda seorang hamba mencintai Rabbnya, yaitu dia mencintai apa yang dicintai Allah dan membenci apa yang dibenci-Nya; Melaksanakan perintahnya; menjauhi larangannya; berwala (loyalitas) kepada para wali-wali-Nya dan memusuhi musuh-musuh-Nya. Dan yang dikatakan sekuat-kuat iman adalah cinta dan benci karena Allah.

Untuk mengetahui apa yang dicintai dan diridhoi Allah, maka harus melalui para rasul yang telah diutus dan kitab-kitab yang diturunkan yang di dalamnya terdapat perintah yang dicintai dan diridhoi-Nya dan larangan yang dibenci-Nya. Dan Allah telah menyempurnakan agama ini kepada rasul terakhir yaitu Muhammad SAW. Maka melalui petunjuk dan perintah Rasul terakhir itulah dengan kitab dan sunnah-nya untuk diikutinya.

"(Mereka) Kami utus selaku Rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya Rasul-rasul." (Q. S. An-Nisa': 165)


Arti Islam

"Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Allah adalah Islam." (Q. S. Ali Imran: 19)

Ada beberapa tertib (urutan) dalam agama Islam, yaitu: Islam, Iman dan Ihsan. Islam artinya menyerahkan diri kepada Allah, meng-Esa-kan-Nya dan meyakini-Nya dengan mentaati serta jauh dari perbuatan syirik. Iman adalah perkataan dan perbuatan, perkataan hati dan lisan, perbuatan kata, lisan dan anggota badan. Iman akan bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Ihsan adalah kamu menyembah Allah Subhanahu wa Ta'ala seolah-olah kamu melihatNya. Bila kamu tidak dapat melihatNya, maka sesungguhnya Dia dapat melihatmu.

"Dan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang teguh kepada buhul tali yang kokoh (al-'urwatul wutsqa)." (Q. S. Luqman: 22)

Rukun Islam

Dalam soal jawab tentang agama dengan malaikat Jibril, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

"Islam yaitu hendaknya kamu bersaksi bahwa tidak ada ilah kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, membayar zakat, puasa di bulan Ramadhan dan menunaikan ibadah haji bila mampu." (HR. Muslim, Abu Daud dan Ahmad)

Rukun Islam itu ada lima. Yang pertama dan yang paling besar adalah: Syahadah (persaksian) bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Seorang hamba tidak dikatakan sebagai seorang Muslim kecuali dia telah mengucapkan dua kalimat syahadat. Rasulullah SAW telah bersabda, yang artinya:
"Saya diperintahkan untuk membunuh manusia, sehingga mereka mau bersaksi bahwa tidak ada ilah kecuali Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusannya." (HR. Tujuh Imam Hadits)

Makna "Laa Ilaaha Illallah"

Artinya kita menafikan segala apa yang disembah selain Allah Subhanahu wa Ta'ala, artinya kita menetapkan bahwa ibadah itu hanya untuk Allah SWT semata-mata, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Syarat "Laa Ilaaha Illallah"

Syarat-syarat syahadat "Laa Ilaaha Illallah" yang dapat memberi manfaat bagi pengucapnya adalah:

  1. Harus mempunyai Ilmu yang menafikan kebodohan (tentang Allah SWT).
  2. Keyakinan yang menafikan keraguan.
  3. Ikhlas (murni dalam beribadah kepada Allah SWT) yang menafikan syirik.
  4. Kejujuran yang menafikan dusta.
  5. Cinta yang menafikan kebencian.
  6. Ketundukan yang menafikan pelanggaran (meninggalkan perintah).
  7. Menerima tanpa ada penolakan.
  8. Mengingkari semua apa yang disembah selain Allah SWT.

Syirik
Syirik dibagi menjadi tiga bagian:

  1. Syirik Akbar (Besar).
  2. Syirik Ashghar (Kecil).
  3. Syirik Khofi (Samar).

Cabang-cabang Iman

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam bersabda,
"Iman itu lebih dari enam puluh cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan, "Laa ilaaha illallah" dan cabang yang paling rendah yaitu menyingkirkan kotoran dari jalan." (HR. Muslim)
Al-Hafizh Ibnu Hajar telah meringkas hal tersebut dalam kitab-nya Fathul Baari, sesuai keterangan Ibnu Hibban, beliau berkata, "Cabang-cabang ini terbagi dalam amalan hati, lisan dan badan."

1. Amalan Hati

Amalan hati adalah berupa i'tikad dan niat. Dan ia terdiri dari dua puluh empat sifat (cabang);

iman kepada Allah, termasuk di dalamnya iman kepada Dzat dan Sifat-sifat-Nya serta pengesaan bahwasanya Allah adalah:

"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dialah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat." (Q. S. As-Syuraa: 11)

Serta ber'itikad bahwa selain-Nya adalah baru, makluk. Beriman kepada Allah, beriman kepada malaikat-malaikat, kitab-kitab dan para rasul-Nya. Beriman kepada qadar (ketentuan) Allah, yang baik mau-pun yang buruk.Beriman kepada hari Akhirat: Termasuk di dalamnya pertanyaan di dalam kubur, kenikmatan dan adzab-Nya, kebangkitan dan pengumpulan di Padang Mahsyar, hisab (perhitungan amal), mizan (tim-bangan amal), shirath (titian di atas Neraka), Surga dan Neraka. Kecintaan kepada Allah, cinta dan marah karena Allah. Kecintaan kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Salam dan yakin atas keagungan beliau, termasuk di dalamnya bershalawat atas Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Salam dan mengikuti sunnahnya. Ikhlas, termasuk di dalamnya meninggalkan riya dan nifaq. Taubat dan takut, berharap, syukur dan menepati janji, sabar, ridha dengan qadha dan qadhar, tawakkal, kasih sayang dan tawadhu (rendah hati), termasuk di dalamnya menghormati yang tua, mengasihi yang kecil,meninggalkan sifat sombong dan bangga diri, meninggalkan dengki, iri hati dan emosi.

2. Perbuatan Lisan

Ia terdiri dari tujuh cabang:

  1. Mengucapkan kalimat tauhid, (Ash hadu anlaa ilaaha illallaahu wa ash hadu anna muhammadar-rasulullah) yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah rasul Allah,
  2. membaca Al-Qur'an,
  3. belajar ilmu dan mengajarkannya,
  4. berdo'a,
  5. dzikir, termasuk di dalamnya istighfar (memohon ampun kepada Allah),
  6. bertasbih (mengucapkan, "Subhanallah", dan
  7. menjauhi perkataan yang sia-sia.

3. Amalan Badan

Ia terdiri dari tiga puluh delapan cabang:

Yang berkaitan dengan materi

  1. Bersuci baik secara lahiriyah maupun hukumiah: termasuk di dalamnya menjauhi barang-barang najis,
  2. menutup aurat,
  3. shalat fardhu dan sunnat,
  4. zakat,
  5. memerdekakan budak.
  6. Dermawan: termasuk di dalamnya memberikan makan orang lain, memuliakan tamu.
  7. Puasa baik fardhu maupun sunnat,
  8. i'tikaf,
  9. mencari lailatul qadar,
  10. haji, umrah dan thawaf.
  11. Lari dari musuh untuk mempertahankan agama: termasuk di dalamnya hijrah dari negeri musyrik ke negeri iman.
  12. Memenuhi nadzar, berhati-hati dalam soal sumpah (yakni bersumpah dengan nama Allah secara jujur, hanya ketika sangat membutuhkan hal itu),
  13. memenuhi kaffarat (denda), misalnya kaffarat sumpah, kaffarat hubungan suami-istri di bulan Ramadhan.

Yang berkaitan dengan nafsu
Ia terdiri dari enam cabang:

  1. menjaga diri dari perbuatan maksiat (zina) dengan menikah,
  2. memenuhi hak-hak keluarga, berbakti kepada kedua orang tua: termasuk di dalamnya tidak mendurhakainya,
  3. mendidik anak.
  4. Silaturahim,
  5. taat kepada penguasa (dalam hal-hal yang tidak merupakan maksiat kepada Allah),
  6. dan kasih sayang kepada hamba sahaya.


Yang berkaitan dengan hal-hal umum

Ia terdiri dari tujuh belas cabang:

  1. menegakkan kepemimpinan secara adil,
  2. mengikuti jama'ah,
  3. taat kepada ulil amri,
  4. melakukan ishlah (perbaikan dan perdamaian) di antara manusia termasuk di dalamnya memerangi orang-orang Khawarij dan para pemberontak.
  5. Tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, termasuk di dalam-nya amar ma'ruf nahi munkar (memerintahkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran),
  6. melaksanakan hudud (hukuman-hukuman yang telah ditetapkan Allah).
  7. Jihad, termasuk di dalamnya menjaga wilayah Islam dari serangan musuh,
  8. melaksanakan amanat, di antaranya merealisasikan pembagian seperlima dari rampasan perang:
  9. Utang dan pembayaran,
  10. memuliakan tetangga,
  11. bergaul secara baik, termasuk di dalamnya mencari harta secara halal.
  12. Menginfakkan harta pada yang berhak, termasuk di dalamnya meninggalkan sikap boros dan foya-foya.
  13. Men-jawab salam,
  14. mendo'akan orang bersin yang mengucapkan alham-dulillah,
  15. mencegah diri dari menimpakan bahaya kepada manusia,
  16. menjauhi perkara yang tidak bermanfaat serta
  17. menyingkirkan kotoran yang mengganggu manusia dari jalan.

    Hadits diatas sekali menunjukkan, bahwa tauhid (kalimat laa ilaaha illallah) adalah cabang iman yang paling tinggi dan paling utama.
Oleh karena itu, para da'i hendaknya memulai dakwahnya dari cabang iman yang paling utama, kemudian baru cabang-cabang lain yang ada di bawahnya. Dengan kata lain, membangun fondasi terlebih dahulu (tauhid), sebelum mendirikan bangunan (cabang-cabang iman yang lain). Mendahulukan hal yang terpenting, kemudian disusul hal-hal yang penting.

Tauhid adalah yang mempersatukan bangsa Arab dan bangsa asing lainnya atas dasar Islam. Dari persatuan itu, tegaklah Daulah Islamiyah sebagai Daulah Tauhid.

Cara Menyintai Allah dan Rasul-Nya

Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya:

"Katakanlah, 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu'. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q. S. Ali Imran: 31)

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam bersabda:

"Tidaklah beriman (secara sempurna) salah seorang dari kamu sehingga aku lebih ia cintai daripada orangtuanya, anaknya dan segenap manusia." (HR. Al-Bukhari)

Ayat di atas menunjukkan bahwa kecintaan kepada Allah adalah dengan mengikuti apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam. Menta'ati apa yang beliau perintahkan dan meninggalkan apa yang beliau larang, menurut hadits-hadits shahih yang beliau jelaskan kepada umat manusia. Tidaklah kecintaan itu dengan banyak bicara dengan tanpa mengamalkan petunjuk, perintah dan sunnah-sunnah beliau.

Adapun hadits shahih di atas, ia mengandung pengertian bahwa iman seorang muslim tidak sempurna, sehingga ia mencintai Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam melebihi kecintaannya terhadap anak, orang tua dan segenap manusia, bahkan sebagaimana ditegaskan dalam hadits lain hingga melebihi kecintaannya terhadap dirinya sendiri.Pengaruh kecintaan itu tampak ketika terjadi pertentangan antara perintah-perintah dan larangan-larangan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam dengan hawa nafsunya, keinginan isteri, anak-anak serta segenap manusia di sekelilingnya.

Jika ia benar-benar mencintai Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam, ia akan mendahulukan perintah-perintahnya dan tidak menuruti kehendak nafsunya, keluarga atau orang-orang di sekelilingnya. Tetapi jika kecintaan itu hanya dusta belaka maka ia akan mendurhakai Allah dan RasulNya, lalu menuruti setan dan hawa nafsunya.

Jika anda menanyakan kepada seorang muslim, "Apakah anda mencintai Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam ?" Ia akan menjawab, "Benar, aku korbankan jiwa dan hartaku untuk beliau." Tetapi jika selanjutnya ditanyakan, "Kenapa anda tidak meninggalkan kebiasaan yang dibenci Rasulullah SAW dan melanggar perintahnya dalam masalah ini dan itu, dan anda tidak meneladaninya dalam penampilan, akhlak dan ketauhidan Nabi?"Dia akan menjawab"Kecintaan itu letaknya di dalam hati.
Dan alhamdulillah, hati saya baik."Kita mengatakan padanya,"Seandainya hatimu baik, niscaya akan tampak secara lahiriah, baik dalam penampilan, akhlak maupun keta'atanmu dalam beribadah mengesakan Allah semata."

Sebab Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam bersabda:"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad itu terdapat segumpal daging. Bila ia baik maka akan baiklah seluruh jasad itu, dan bila ia rusak maka akan rusaklah seluruh jasad itu. Ketahuilah, ia adalah hati." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Suatu contoh, seorang alim bersilaturrahim kepada seorang yang kelihatan shaleh tetapi masih suka memasang gambar-gambart binatang. Orang itu lalu mengingatkannya dengan larangan Rasulullah dalam soal memajang gambar-gambar. Tetapi ia menolak sambil mengatakan, "Ini gambar yang idah dan menarik."Suatu hal yang mengherankan, seorang yang kelihatan shaleh dan merasa mencintai Rasulullah SAW tetapi masih senang dengan kesukaan yang kelihatan ringan tetapi termasuk dalam hal yang dilarang.Dalam hati penulis berkomentar, "Orang tersebut mendurhakai perintahnya, bagaimana mungkin akan masuk dalam kecintaannya.

Dan, apakah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam akan rela dengan perbuatan tersebut? Sesungguhnya kita dan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam berada di bawah perlindungan Allah semata."Kecintaan kepada Rasulullah adalah tidak dengan menyelenggarakan peringatan, pesta, berhias, dan menyenandungkan syair yang tak akan lepas dari kemungkaran.

Demikian pula tidak dengan berbagai macam bid'ah yang tidak ada dasarnya dalam ajaran syari'at Islam. Tetapi, kecintaan kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam adalah dengan mengikuti petunjuknya, berpegang teguh dengan sunnahnya serta dengan menerapkan ajaran-ajarannya.

Syair tentang kecintaan sejati : "Jika kecintaanmu itu sejati, niscaya engkau akan menta'atinya.Sesungguhnya seorang pecinta, kepada orang yang dicintainya akan selalu ta'at setia."

Senin, 22 Oktober 2007

Tauhid Asma Dan Sifat

Tauhid Asma' wa-Sifat yaitu beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya, sebagaimana yang diterangkan dalam Alquran dan sunah Rasul-Nya, menurut apa yang pantas bagi Allah SWT, tanpa ta'wil dan ta'thil (menghilangkan makna atau sifat Allah), tanpa takyif (mempersoalkan hakikat asma dan sifat Allah dengan bertanya "bagaimana") dan tamtsil (menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya). Hal itu berdasarkan firman Allah SWT (yang artinya), "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (Asy-Syura: 11).

Allah menafikan jika ada sesuatu yang menyerupai-Nya, dan Dia menetapkan bahwa Dia adalah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Maka, Dia diberi nama dan disifati dengan nama dan sifat yang Dia berikan untuk diri-Nya, dan dengan nama dan sifat yang disampaikan oleh Rasul-Nya.

Alquran dan sunah dalam hal ini tidak boleh dilanggar, karena tidak seorang pun yang lebih mengetahui Allah daripada Allah sendiri, dan tidak ada--sesudah Allah--orang yang lebih mengetahui Allah daripada Rasul-Nya. Maka, barang siapa yang mengingkari nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya atau menamakan Allah dan menyifati-Nya dengan nama-nama dan sifat-sifat makhluk-Nya, atau menakwilkan dari maknanya yang benar, maka dia telah berbicara tentang Allah tanpa ilmu dan berdusta terhadap Allah dan Rasul-Nya.

Allah SWT berfirman, "Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?" (Al-Kahfi: 15).

Sumber: At-Tauhid lish-Shaffil Awwal al'Aliy, Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan

Copyright © 2007. santridalnet@crew. All rights reserved. Hak Cipta DiLindungi Allah Azza Wa Jalla Yang Maha Kuasa