AHLAN WA SAHLAN Selamat Datang di blog SantriChannel, yang menyajikan Tulisan-tulisan yang berkaitan dengan ke-santri-an, bernuansa Islami berisikan Hikmah Al-qur'an dan Mutiara Hadits, semoga Blog yang sederhana ini dapat memberikan peningkatan ketaqwaan, kesejukan hati dan ketentraman jiwa, serta menjaga silaturrahmi kita yang tidak pernah terputus. Agar kita benar-benar dapat melakoni apa yang ditetapkan dan disarankan oleh Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Kelangsungan Dakwah kami ini beriringan dengan channel #santri di server mIRC DALnet.

Kamis, 15 November 2007

Tata Cara Shalat

Di bawah ini adalah urutan-urutan gerakan dan do'a yang dilakukan dalam sholat lima waktu.

  1. Seorang muslim yang hendak melakukan salat hendaklah berdiri tegak setelah masuk waktu salat dalam keadaan suci dan menutup aurat serta menghadap kiblat dengan seluruh anggota badannya tanpa miring atau menoleh ke kiri dan ke kanan.
  2. Kemudian berniat untuk melakukan salat yang ia maksudkan (niatkan) di dalam hatinya tanpa diucapkan.
  3. Kemudian melakukan takbiratul ihram, yaitu membaca Allahu Akbar sambil mengangkat kedua tangannya, sejajar dengan kedua bahunya ketika takbir.
  4. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada atau di bawahnya sepanjang masih di atas pusar.
  5. Kemudian membaca do'a iftitah, ta'awwudz (a'udzu billahi minasy syaithanirrajim), dan basmalah, kemudian membaca Al-Fatihah. Apabila sampai pada bacaan "Waladholliin" dia membaca aamiin.
  6. Setelah itu membaca salah satu surat atau apa yang mudah baginya di antara ayat-ayat Alquran.
  7. Kemudian mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahunya lalu ruku' sambil mengucapkan Allahu Akbar, selanjutnya memegang dua lutut dengan kedua tapak tangan dengan meratakan tulang punggung, tidak mengangkat kepalanya juga tidak terlalu membungkukannya, dan jari-jari tangannya hendaknya dalam keadaan terbuka.
  8. Pada saat ruku', membaca "Subhaanarobbiyaladzim" (Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung) tiga kali atau lebih.
  9. Kemudian bangkit dari rukuk seraya mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua bahu sambil membaca "Sami'allaahu liman hamidah" (Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya) sampai tegak berdiri dalam keadaan i'tidal, kemudian membaca "Rabbanaa lakalhamdu hamdan katsiiraan thoyyiban mubarakan fiih" (Wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji, aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, baik dan penuh dengan keberkahan di dalamnya).
  10. Kemudian sujud sambil mengucapkan "Allahu Akbar," lalu sujud bertumpu pada tujuh anggota sujud, yaitu dahi (yang termasuk di dalamnya hidung), dua telapak tangan, dua lutut dan ujung dua tapak kaki. Hendaknya diperhatikan agar dahi dan hidung betul-betul mengenai lantai, serta merenggangkan bagian atas lengannya dari samping badannya dan tidak meletakkan lengannya (hastanya) ke lantai, dan merapatkan jari-jemarinya serta mengarahkan ujung jari-jarinya ke arah kiblat.
  11. Membaca "Subhanarabbiyal a'la" (Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi) tiga kali atau lebih dalam sujud.
  12. Bangkit dari sujud sambil mengucapkan "Allahu Akbar," kemudian duduk iftirasy, yaitu bertumpu pada kaki kiri dan duduk di atasnya sambil menegakkan telapak kaki kanan seraya membaca, "Rabbighfirli, warhamni, wahdini, warzuqni" (Wahai Rabbku ampunilah aku, rahmatilah, berikanlah petunjuk dan rezeki kepadaku).
  13. Kemudian sujud lagi seperti di atas, lalu bangkit untuk melaksanakan rakaat kedua sambil bertakbir. Kemudian melakukan seperti pada rakaat pertama, hanya saja tanpa membaca do'a iftitah lagi. Apabila telah menyelesaikan rakaat kedua hendaknya duduk untuk melaksanakan tasyahud. Apabila salatnya hanya dua rakaat saja seperti salat Subuh, maka membaca tasyahud kemudian membaca shalawat Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam, lalu langsung salam, dengan mengucapkan "Assalamu'alaikum warahmatullah" (Semoga kesejahteraan dan rahmat Allah bagimu). Sambil menoleh ke kanan, kemudian mengucapkan salam lagi sambil menoleh ke kiri.
  14. Jika salat itu termasuk salat yang lebih dari dua rakaat, maka berhenti ketika selesai membaca tasyahud awal, yaitu pada ucapan "Asyhadu alla ilaaha illalllaah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu warasuuluh" (Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya). Kemudian bangkit berdiri sambil mengucapkan takbir dan mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua bahu, lalu mengerjakan rakaat berikutnya seperti rakaat sebelumnya, hanya saja terbatas pada bacaan surat Al-Fatihah saja.
  15. Kemudian pada rakaat terakhir duduk tawarruk, yaitu dengan menegakkan telapak kaki kanan dan meletakkan telapak kaki kiri di bawah betis kaki kanan, sambil mendudukkan pantat di lantai serta meletakkan kedua tangan di atas kedua paha. Lalu membaca tasyahud, membaca shalawat kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam dan meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari empat perkara berikut: "Allahumma inni a'udzubika min 'adzaabi jahannama, wamin 'adzaabil qobri, wamin fitnatil mahyaa walmamaati wamin fitnatil masiihiddajjaal" (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa api Neraka, siksa kubur, fitnah hidup dan mati, dan dari fitnah al-Masih ad-Dajjal).
  16. Kemudian mengucapkan salam dengan suara yang jelas sambil menoleh ke kanan, lalu mengucapkan salam kedua sambil menoleh ke kiri.

Copyright © 2007. santridalnet@crew. All rights reserved. Hak Cipta DiLindungi Allah Azza Wa Jalla Yang Maha Kuasa